Minggu, 26 Mei 2013

Kata Bang Tere Liye, Fiksi Tetaplah Fiksi.....

Dinner Bareng Tere Liye

Jum'at, 24 mei 2013 (20.00 pm di salah satu rumah makan di Surabaya)

Malam itu adalah salah satu momen yang istimewa dan menyenangkan, bagaimana tidak perjuangan 3 bulan untuk menghadirkan pembicara ini sungguh sesuatu, well pada bagian ini saya gak mau bahas banyak tentang perjuangan 3 bulan itu,  nanti saja dibagian lain akan saya ceritakan panjang lebar.

Disini, ijinkan saya menceritakan salah satu momen spesial itu, saya dan ketiga teman saya yang tergabung dalam SC salahdalam satu event yang mendatangkan pembicara yang tulisan2x sedang digandrungi anak muda saat ini. Yupz, saya dan ketiga teman saya berkesempatan makan malam bersama sekaligus ngobrol secara langsung dengan bang Darwis Tere Liye. Udah pada tau kan? itu loh penulis tenar yg luar biasa banyak fans2x, bagaimana tidak bapak yang satu ini pandai mengocok-ngocok perasaan dengan tulisan-tulisan romansanya tapi juga penuh hikmah itu, 3 dari tulisan2 beliau bahkan sudah  di layar lebarkan. Istimewa, koq bisa ? Emang sih gak semeja sama pak presiden atau semeja sama suami, yang tentunya lebih spesial (uupss!!!). Tapi semeja sama orang yang tulisan2x menginspirasi juga momen yang gak boleh dilewatkan tuh........ :)

Suasana malam itu benar-benar hangat, bang Tere begitu sapaan akrabnya ternyata sangat bersahaja dan santai banget orangnya. Mudah akrab dan terlibatlah kami dalam percakapan ringan namun cukup memberikan makna mulai dari perkenalan masing-masing, asal daerah, sanpai alasan mengundang bang Tere dalam acara kami, dll.  Ne, beberapa gambaran percakapan yang saya ingat. Menurut beliau kita tidak boleh terlalu menganggap spesial orang hanya karena tulisan2x (dengan kata lain bapaknya mau bilang, beliau juga orang biasa, jadi biasa saja ). Menulis itu adalah sebuah passion, beliau juga bertanya apa ada yg bercita-cita menjadi dosen? Kemampuan menulis adalah sangatpenting jika ingin menjadi dosen, tak jadi dosen pun kita harus suka menulis, menulis apa saja, dari itu belajarlah untuk menulis walau sekadar nulis status atau curhatan di blog..:).
Penasaran dengan tulisan2 beliau, saya pun memberanikan diri bertanya:
Saya: Bang, kisah Hesti dan Tigor dalam "Sepotong Hati Yang Baru" itu kisah nyata atau bukan bang? (kisah Hesti dan Tigor buat saya termehek-mehek saat pertama kali membacanya atau memang dasar saya suka kisah yg menyayat hati dan menyentuh, tak sadar tau2 sudah basah saja pipi saat baca2 kisah seperti itu, Itulah saya... :)
Tere Liye:  Fiksi....

3 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Selamat sore :) sy aifi dr jogja.. sy turut termehek mehek juga dgn penggalan kisah hesty itu, menyayat sekali.. sampai sy ingin sekali tau yg mana sih orangnya, skrg masih hdp kah tidak (ini pikiran bbrp th lalu selesai membaca).. and now di tahun 2019 ini, sy ga sengaja muter lagu 'selamat jalan kekasih' duh lgsg auto ingat hesty dan tigor.. lgsg searchdi google dan ingin baca lagi, sore ini isi blog ini cukup jleb buat sy hehe.. sy bc sepotong hati yg baru itu wkt sy kelas 2 SMA sekitar 6 th yg lalu, selama itu sy percaya bahwa cerita hesty itu nyata mbaa :").. sekian terimakasih atas jawaban yg tulisannya selama ini saya percaya nyata..

    BalasHapus
  3. Wah, baru aja baca cerita ttg mba Hesty dan Tigor, beneran seperti cerita beneran (hiks), sempat memposisikan diri sbg Hesty, yg kehilangan seseorang yg penting, tanpa bs menemukan penggantinya. Ternyata fiksi haha. Batal lah sedihnya.

    BalasHapus