Minggu, 01 September 2013

FOKUS...FOKUS AND BE SUCCES


Apa kabar mimpi-mimpi? Apa kabar cita-cita? Apa kabar Harapan?
Masihkah ia menggunung atau masih tinggi menggantung di atas langit sana?
Ah, yang jelas ia masih sama ada dalam tekad dan harapanku...

Pertanyaannya sekarang seberapa besar dan tajam tekadmu itu?
Ah, tak taulah yang jelas ia masih terhujam di tempat yang sama yakni hati dan jiwaku....

4 Tahun yang lalu ku rajut mimi-mimpiku, hingga aku benar-benar di tempat ini sekarang...
Tempat ini, bidang ini telah dan akan menjadi saksi kemana kakiku melangkah selanjutnya...

yang jelas, AKU BANGGA
Dengan Almamater dan PUBLIC-HEALTH tercintaku...
Aku Bangga akan menjadi calon Sarjana KESEHATAN MASYARAKAT, Sebuah gelar yang tak sekadar gelar tapi juga memiliki perTanggungJawaban Yang besar pada-NYA...

Tak terasa pertarungan akademik di strata satu ini sudah mendekati puncaknya, SEMESTER 7 menjadi saksi bahwa pertarungan harus berjalan dengan penuh semangat dan keyakinan yang besar, BAHWA
SKRIPSI, PENELITIAN, JURNAL Aku pasti BISAA, BISMILLAH sukses...INSYA ALLAH

Sebelum semester 7 ini berlalu ku tengok lagi, targetan dan impianku:
1. Menjadi pribadi muslimah sejati yang penuh semangat perbaikan karena-Nya
2. Hafal minimal 2 juz, lebih ALHAMDULILLAH...SMANGAT !!!
3. Go to Abroad Free join International Conference by call for paper... Europe, INSYA ALLAH...Next Makkah :)
4. Toefl score 550, BERJUANG UKHTIII......... Belajar, belajar, test,...pantang Menyerah deh pokoknya,...
5. Paper Competition......Rindu pegang piala lagi, JADI JUARA LAGI AYO PASTI BISA...Nulis, Nulis, BACA, Nulis
6. Terbina dan Membina (Pokoknya project2 Tarbiyah)..... IKHLAS2 UKHTII.....
7. SkripSWEET Pasti Bisaa dan MENYENANKAN....Tulis, konsul...Done :)
7. LULUS N WISUDA AGUSTUS 2014...AAMIIN..AAMIIN..INSYA ALLAH


INTINYA FOKUS DAN TETAPLAH FOKUS DALAM PROJECT KEBAIKAN DAN MENCAPAI KESUKSESAN, INSYA ALLAH SUKSES... Aamiiin :)


FOKUS....FOKUS...ISTIQOMAH..IKHLAS...DO'A....USAHA KERAS...NO GIVE UP....

FOKUS..FOKUS N BE SUCCESS... INSYA ALLAH :)

SEMANGAT VITA

FOKUS VITA

VITA PASTI BISAA

:)

Selasa, 27 Agustus 2013

Lagi-Lagi Rebutan....(Edisi Para Ponakan)

*INTERMEZZO*



Jadi ceritanya dimulai dari siang tadi pas datang ke undangan pernikahan di dusun sebelah, sengaja gantiin mama untuk datang ke undangan tersebut karena beliau sedang sowan ke luar kota. Setiap tempat memiliki kultur tersendiri, termasuk pesta pernikahan seperti ini. Salah satunya di daerah saya yakni pulau Madura, khususnya di wilayah Pedesaannya memiliki tradisi pesta pernikahan yang menurut saya cukup unik. Sebenarnya, dari segi kostum tidak jauh berbeda dengan adat Jawa, maklum lah ya kan masih tetangga, jadi satu malah setelah ada Jembatan Suramadu...hehe. Begitupun dengan konsep umum acara pesta pernikahan di bebagai wilayah yang kurang lebih: Datang-Salaman-ngasih "amplop"-makan2 sambil nikmatin hiburan dan melihat kedua mempelai di pelaminan-Salaman lagi-Pulang, kurang lebih masih tetap sama. Namun, ada 3 hal dari pesta pernikahan di Madura yang cukup menarik perhatian saya. 1). Cara ngundangnya, yupz ini nih salah satu penyebab kenapa koq tiba-tiba banyak sabun mandi di rumah. Jadi, pada sebagian orang punya kebiasaan membuat panitia para penyebar undangan pernikahan. Tugas panitia ini adalah menyebar undangan berupa sabun mandi, dulu juga pernah sebungkus rokok tapi sekarang sudah jarang digunakan sebagai undangan karena harganya yang cukup mahal, alhamdulillah banget deh untuk yang satu ini. Undangan berupa sabun mandi ini kemudian disebarkan sebanyak-banyaknya bahkan pada orang yang tidak kenal sama sekali,  yang penting ada salah satu tetangga yang dikenal jadilah undangan itu tersebarkan ke banyak orang. Makin banyak undangan yang tersebar makin baik, begitu deh kira-kira tujuan panitia penyebar undangan ini. 2). Tradisi balas-balasan, ini merupakan kelanjutan dari yang pertama kenapa koq sampai nyebar undangan segitu banyakanya. Biasanya saat acara, juga ada panitia pencatat amplop yang bertugas merekapitulasi nama si pemberi amlop-alamat-dan nominalnya. Tujuannya, saat orang yang di catat ini kelak juga akan memngadakan pesta pernikahan, maka nanti tuan rumah yang saat ini wajib untuk memberi "amplop" dengan nominal yang minimal sama. Selain itu, banyaknya kue "Asa'an" yaitu kue yang diberikan pada para tamu sebanding dengan banyaknya nominal yang diberikan. 3). Acara bisa seharian penuh, jadi pesta pernikahannya biasa dilaksanakan dari jam 08.00-16.00, wow kebayang lah ya gimana sibuknya panitia alias kerabat2 yang mempersiapkan suguhan untuk para tamu undangan. Ada beberapa tips ne, yg bisa dilakukan saat jamuan makannya jangan lupa untuk membawa: Hand sanitizer sendiri, tissue, dan air mineral jika kamu masih belum terbiasa dengan kultur disana. Kalau saya sih, meski ribet lebih suka bawa sendiri..hehe.
Walau bagaimanapun kultur pestanya semoga tidak menghilangkan esensi dan tujuan dari pernikahan itu sendiri, BarakAllah.. :)
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Well, cerita ditatas hanya intermezzo. Cerita sebenarnya ketika saya berniat membelikan sebuah balon mainan yang dijual di sekitar area pesta pernikahan itu. "Dimana ada gula di situ ada semut", dimana ada keramaian pasti banyak pedagang...Nyambung kan ya? hehe. Senang sekali rasanya membayangkan wajah ceria ponakan saya yg teramat menggemaskan saat membawakan balon untuknya. Maka, saya pun segera membelikannya sebuah balon berwarna merah jambu berstiker boneka lucu. Saat balon itu sudah di tangan dan perjalanan pulang ke rumah, saya teringat kalau di rumah juga ada ponakan yg lain alias anak dari mbak sepupu saya yang sedang main ke rumah. Saya sudah khawatir setelah ini pasti akan ada perang tangis dan teriakan. Wah, benar saja setelah sampai di rumah saya sudah disambut oleh ponakan saya yg teramat menggemaskan itu, Annada namanya. Dan dia langsung menyambar balon yang ada di tangan saya, dengan senangnya ia pamer balonnya pada ponakan saya yang lain " Aisyah". Belum sampai 2 menit, terjadilah aksi saling berebut balon hingga suara tangis dan teriakan pun membahana. Aisyah yang berumur 3 tahun dan Annada yg baru berusia 20 bulan sama-sama bersikukuh memperebutkan balon, sampai akhirnya keduanya dipisahkan dan dialihkan pada hal lain. Karena Annada masih kecil, mudah saja dia lupa pada balonnya dan ngajak bermain air, untuk sementara waktu balon dipinjam oleh Aisyah. Cerita selesai dan kondisi sudah tenang lagi.

Eitss....ceritanya gak berhenti disini aja, sore harinya episode "Lagi-lagi Rebutan" part.2 terjadi lagi kali ini nambah pemain yakni Yusuf yg berusia 5 tahun (kakak Annada) Vs Annada. Temanya kali ini adalah berebut "Ibunda" alias mbak saya sendiri. Yusuf yang sedang sakit minta dipangku sama bundanya, Annada yang tiba-tiba datang tidak mau kalah sama Yusuf, alhasil terjadilah perebutan bunda. Yusuf pun walau sudah lebih besar dari Annada tetap tidak mau mengalah karena dia memang sediikit manja dan apalagi dalam kondisi sakit seperti sekarang ini. Ketebak gak apa yang terjadi selanjutnya? Yupzz, lagi2 tangis dan teriakan. Akhirnya keduanya berhasil dilerai dan Yusuf pun mau sedikit mengalah. #Hufft
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Dari kisah tadi pastilah ada hikmanya, semoga pembaca yang budiman juga bisa mengambil hikmahnya yah.. :)

Menangis, berebut mainan, dsb  adalah karakter dasar dari anak kecil. Disinilah peran penting orang tua, orang tua harus mampu memahami psikologi anak dan mendidiknya sebaik mungkin. Orang tua harus mengarahkan anak-anak mereka unttuk memperoleh pemahaman yang baik terkait hakikat saling berbagi dan karakter2 baik lainnya alias berakhlaqul karimah. Bukan perkara yg mudah memang  dan sekaligus  tidak sulit untuk dicoba agar bisa mendidik anak dengan baik, apalagi cinta pada Al-Qur'an shg bisa berakhlaq Al-Qur'an. Yang dibutuhkan hanya 3 hal yakni niat yang tulus karena Allah, komitmen alias keistiqomahan dari kedua orang tua dan do'a tentunya.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

However, saya teramat sayang sama semua ponakan-ponakan saya karena mereka-lah penghibur saya saat sedang jenuh di rumah. Lain kali saya ceritakan detail tentang mereka semua, di sesi yang lain.

Ini nih beberapa foto mereka kalau lagi akur, semoga akur terus yaa..Aamiin
Love them so much :*)
Annada dan Yusuf
Annada dan Aisyah

Cium sayang dedek Annada yah... :)

Senyum manis ya sayang.... :)
                                      

Senin, 12 Agustus 2013

Namaku Felani (Mozaik 1)

Matahari bersinar begitu mesranya, tetes-tetes embun yang membasahi jalan setapak sawah terasa menyegarkan, capung beraneka warna menari bebas diantara tanaman padi yang menghijau, asap yang mengepul dari sisa pembakaran sekam padi yang baru saja dipanen oleh pemiliknya, riuh-rendah bunyi kokok ayam, kiranya begitu yang bisa menggambarkan suasana di pedasaan, ya aroma khas di kampung halamanku. Di salah satu pulau yang teramat istimewa, karena kekhasan budaya dan kearifan lokal penduduknya. Tak perlu kusebutkan dimana lokasi tepatnya aku tinggal, yang jelas kau pasti tahu jika kubocorkan sedikit saja clue-nya, pulau dengan eksotika luar biasa, bahasa dan logatnya sangat khas,  pulau penghasil garam, ajang karapan sapi, pulau dengan jembatan terpanjang se Asia Tenggara. Aku yakin, sekarang kau pasti sudah tahu pulau apa yang ku maksud. Namaku Felani, aku anak kedua dari dua bersaudara, usiaku sudah 21 tahun, baru saja berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir di sebuah perguruan tinggi negeri di Surabaya, well sekarang aku sedang menikmati liburan panjang semester genap sekaligus liburan hari raya idul fitri yang sudah memasuki H+7. Liburan selalu saja menjadi momen yang menyenangkan sekaligus membosankan. Menyenangkan karena bisa sedikit istirahat dari aktivitas perkuliahan, tugas, dan organisasi intra kampus di Surabaya sekaligus bisa melepas kerinduan dengan orang-orang tercinta di kampung Halaman dan tentu saja menikmati aroma khas pedesaan yang tak akan mungkin kurasakan saat kembali ke kota rantauan tempatku belajar, Surabaya. 
Sedikit membosankan kerap kali aku rasakan, karena seharian penuh di rumah  tidak ada aktivitas sama sekali, ribet nge-baby sit ponakan, dan tentu saja terpaku menatap laptop untuk sekadar mengecek nilai ujian yang mungkin saja muncul di web kampus, atau mengecek sosial media untuk mengetahui kabar perkembangan di luar sana, ya internet, tiada hari tanpa berselancar di dunia maya. Sebenarnya tidak bosan-bosan amat, hanya saja sudah mulai merindukan kampus. Ah, rindu kampus..masa sih? Dasar memang mahasiswa, kalau sudah di kampus rindu kampung halaman, tapi jika sudah di kampung halaman ngotot rindu kampus. Mungkin jika ada,  pintu ajaib Doraemon menjadi barang yang paling banyak dicari dan dan di beli oleh mahasiswa..hihi. 
"An, Aan, dimana kamu An?" suara si emak mengagetkan aku yang terpaku di depan laptop. "iyaa, mak. kenapa?. jawab aku sambil tergopoh-gopoh. Aan, adalah nama kecilku di kampung halaman, jadi jangan heran jika hendak mencariku saat di kampung halaman, jangan pernah coba bertanya yang namanya Felani , Fela atau Fe seperti panggilan teman-temanku di kampus. Karena dijamin orang sekampung pasti kebingungan dan ujung-ujungnya kau pasti di kira salah alamat. Tanya saja Aan putri pak Rahmat dan  bu Rodiyah, maka kau pasti akan diantarkan tepat di depan pintu rumahku. 
"An, emak mau menggiling padi ke sellip bu Nasar, mbakmu sudah berangkat kerja tadi pagi, titip si kecil Salsa ya, Jangan di buat nangis atau jatuh ya?" pinta emak padaku. "Iya emak, jangan lama-lama ya." Kataku memyanggupi perintah emak untuk menjaga ponakanku tersayang dk Salsa. Salsa, balita lucu-cerdas-nan menggemaskan yang baru berumur 20 bulan ini, menjadi salah satu orang yang paling kurindukan saat di Surabaya. Di usianya yang akan memasuki angka 2 tahun ini, kemampuan motorik-nya luar biasa berkembang sampai bisa di bilang balita super hiperaktif. Bagaimana tidak dalam sehari 24 jam, hampir setengah dari waktu efektifnya digunakan untuk bermain, berlari, naik-turun kursi, melompat, kadang juga berteriak sambil menangis jika keinginannya tidak terpenuhi. Kosa katanya pun juga sudah banyak, pandai menirukan kata-kata orang lain. Tapi, aku kira perkembangan dk Salsa itu wajar dan memang sudah sebagaimana mestinya seperti yang dijelaskan dalam satu modul perkuliahan materi kuliah gizi yang berjudul " Pertumbuhan dan perkembangan anak". Jadi, dek Salsa tergolong balita yang pertumbuhannya baik. Atau dalam psikologi anak juga dikenal sebagai the golden period of age 2
Aku jadi ngebayangin, andai saja di usia emasnya ini dk Salsa bisa diarahkan dan didik untuk melakukan hal-hal yang baik, pasti akan menjadi bekal yang baik untuk karakternya di masa depan. Aku pun tidak bisa berperan banyak. Peran pembentukan karakter terutama ada pada si ibu. Tapi, sayang si ibu Salsa alias mbakku sibuk bekerja, jadi praktis pengasuhan sepenuhnya di waktu pagi sampai sore hari ada di tangan emakku. Sedangkan mbakku hanya sore saja menjaga anaknya, selebihnya saat malam pun dk Salsa tidur sama emakku. Jadi, dek Salsa berkembang sebagaimana lingkungan dan karakter orang-orang disekitarnya. Kadang Embahku juga ikut-ikutan bantuin jaga dk Salsa. Nah, kalau libur kuliah gini apalagi liburan panjang, saat pulang ke kampung Halaman aku lah yang kebagian membantu emak untuk menjaga dk Salsa. Mulai dari memandikan, menyuapi makanan, menemani bermain, menidurkan, sampai terbangun dan bermain lagi. Persis baby sitter, tak apalah sekalian kursus gratis menjadi ibu..hehe. 

Unnie,(korea. red) adalah panggilan sayangku untuk dk Salsa, aku sayang banget sama dia sama seperti rasa sayangku sdengan Oppa ( korea.red) Akbar, kakak dari Salsa yang berumur 5 tahun. Bagaimana pun aku sayang banget sama kedua ponakanku ini, karena mereka-lah temanku berlibur saat di kampung halaman. Jujur saja, aku tak terlalu paham psikologi anak, aku pun tak pernah ikut macam seminar parenting atau apalah, jadi saat menjaga dk Salsa aku hanya bisa bersabar dan mengajarinya kebaikan semampu yang aku bisa. Walau sebenarrnya, aku juga tipe tante yang kurang telaten dan sedikit jahil. Misalnya, dk Salsa suka sekali bermain petak umpet? Well,  ini aku juga yang mengajarinya. Kalau sedang berpetak umpet gini, biasanya aku suka ngumpet yang agak susah untuk dicari, seneng pas lihat dk Salsa kebingungan  saat mencari aku.  What? iya...hehe. Dari sekian orang di kampungku yang memanggilku Fela ya hanya dk Salsa ini, maklumlah aku sendiri yang mengajarinya. Walau agak cadel bicaranya " Tanto Pela ( Tante Fela. Red)", ya begitulah dk Salsa kecil ini memanggilku.
                                                                   
                                                             --***--


Minggu, 26 Mei 2013

Ketika Hujan Menyapa Hatiku....

Dan Hujan

27 mei 2013 (12.21 pm)

 Aku ingin menangis dalam hujan, agar tak ada seorangpun yang tahu bahwa aku sedang menangis, agar tidak ada yang tahu bahwa hatiku sedang perih kecuali Dia, karena memang tidak ada yang mampu kututupi barang sekecil apapun dari-Nya, termasuk isi hati ini. Hujan, sudah 2 kali pagi dan siang ini aku menembus hujan, percikannya yang luar biasa seperti menampar-nampar wajahku, riak hujan pagi dan siang ini seolah berkata padaku:  ("Kau, harus bangkit Vita!, Kau Harus Semangat, Kau harus Menemukan jati dirimu, Ingat perjuanganmu, Ingat wajah ayah-ibu mu yang begitu berharap padamu, Fokus Vita pada mimpi dan cita-citamu itu, Ingat kembali Vita, Apa, bagaimana, dan untuk siapa semua pengorbanmu?").

Kau tahu kawan? Apa yang paling menyakitkan di dunia ini? yaitu, ketika kita tidak benar-benar tahu apa yang sebenarnya kita inginkan, apa yg sebenarnya kita butuhkan, dan apa yang membuat kita bisa bahagia dalam melakukan sesuatu. Seperti detik ini, ketika aku dulu berkata sulit bagiku untuk menulis, tapi jujur aku lepas saat melakukannya. Jika kuingat dulu, banyak hal yang kulakukan tanpa kutahu apa aku menikmatinya atau tidak? Terlalu disayangkan, bila banyak peristiwa yang harus kulalui begitu saja tanpa makna dan tanpa hati.

Lalu apa sebenarnya yang aku inginkan?
Pertanyaan ini kembali berputar-putar di otakku, saat kembali menghadapi kenyataan bahwa hari jum'at depan adalah saatnya bagi mahasiswa semester 6 untuk mengumpulkan peminatan sebagai dasar dalam pembuatan skripsi.  Memang, peminatan tidak terlalu banyak pengaruhya dengan pekerjaan nanti. Tapi tetap saja aku bingung untuk memilih. Pada siapa aku harus mengadu? Ketika semua orang tidak tahu bagaimana isi hatiku? Dan bahkan, aku pun masih bertanya pada hatiku apa yang sebenarnya aku inginkan. Rintik-rintik  hujan yang masih terdengar di balik jendala seolah kembali berbisik lembut padaku:
Sudakah engkau bertanya pada-Nya? Dalam hati aku menjawab dan kali ini kujawab sekenanya dengan sisa kejujuran yang ada, Aku belum sepenuhnya bertanya pada-Nya. Lalu hujan itu kembali bertanya bertubi-tubi padaku:
Benarkah engkau sudah meletakkan Dia diatas segala-galanya? Apa engkau tak lebih dari seorang yang munafik? Apa yang kau cari nak, apa? Aku sedih melihatmu dan hujan ini adalah kesedihanku. Aku sedih karena ternyata kau jauh dari-Nya, hatimu jauh dari-Nya. Sudahkah kau selalu mengingat-Nya? Sudahkah kau bersyukur setiap saat pada-Nya?  Benarkah tangismu untuk-Nya? Lihat kembali kedalam hatimu nak, belum terlambat sungguh belum terlambat, tata-lah hatimu nak, temukan Dia dalam setiap langkah hidupmu, maka kau akan temui dirimu dalam kemantapan hati yang sesungguhnya. Bukan sekadar peminatan, tapi jalan hidupmu, kau masih ingat kan kata penulis itu bahwa keshalihan adalah seseorang yang melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya serta tahu bahwa apapun yang ia lakukan semata-mata untk beribadah padaNya.
Ingatlah setiap Nikmat-Nya dena n penuh kesyukuran maka niscaya langkahmu akan sangat ringan untuk kembali menata hati yang mulai goyah ini.

Ya Rabb,
Ku temukan diri ini dalam kebingungan yang nyata
Sungguh aku tahu apa yang menjadi penyebab-Nya
Karena hati ini mungkin saja sedang lapuk dan jauh dariMu

Ya Rabb, 
Bukakanlah hati ini, berikanlah hamba hidayahMu ya Rabb
Hamba tidak ingin apa yang hamba lakukan menjadi sia-sia
Hamba ingin menjadi orang yang mudah mengingatmu, ikhlas dalam mencintai-Mu dan menapaki setiap jalan hidup yang telah Engkau tetapkan atasku dengan penuh keikhlasan

Ya Rabb,
Liputilah hamba hanya dengan cinta-Mu dan berikanlah petunjuk apa yang yang terbaik untuk hamba
untuk setiap hal dalam hidup hamba, hamba ingin agar Engkaulah satu-satunya yang menjadi alasan ketika hamba harus memilih dan melakukan apapun dalam hidup ini

Ya Rabb,
Aku ingin mencintai-Mu, walau tak sempurna seperti kecintaan-Mu pada setiap hamba-Mu
walau terkadang aku tertatih namun aku akan terus berusaha untuk mencintai-Mu, ya aku akan terus berusaha semampuku....... T.T

Kata Bang Tere Liye, Fiksi Tetaplah Fiksi.....

Dinner Bareng Tere Liye

Jum'at, 24 mei 2013 (20.00 pm di salah satu rumah makan di Surabaya)

Malam itu adalah salah satu momen yang istimewa dan menyenangkan, bagaimana tidak perjuangan 3 bulan untuk menghadirkan pembicara ini sungguh sesuatu, well pada bagian ini saya gak mau bahas banyak tentang perjuangan 3 bulan itu,  nanti saja dibagian lain akan saya ceritakan panjang lebar.

Disini, ijinkan saya menceritakan salah satu momen spesial itu, saya dan ketiga teman saya yang tergabung dalam SC salahdalam satu event yang mendatangkan pembicara yang tulisan2x sedang digandrungi anak muda saat ini. Yupz, saya dan ketiga teman saya berkesempatan makan malam bersama sekaligus ngobrol secara langsung dengan bang Darwis Tere Liye. Udah pada tau kan? itu loh penulis tenar yg luar biasa banyak fans2x, bagaimana tidak bapak yang satu ini pandai mengocok-ngocok perasaan dengan tulisan-tulisan romansanya tapi juga penuh hikmah itu, 3 dari tulisan2 beliau bahkan sudah  di layar lebarkan. Istimewa, koq bisa ? Emang sih gak semeja sama pak presiden atau semeja sama suami, yang tentunya lebih spesial (uupss!!!). Tapi semeja sama orang yang tulisan2x menginspirasi juga momen yang gak boleh dilewatkan tuh........ :)

Suasana malam itu benar-benar hangat, bang Tere begitu sapaan akrabnya ternyata sangat bersahaja dan santai banget orangnya. Mudah akrab dan terlibatlah kami dalam percakapan ringan namun cukup memberikan makna mulai dari perkenalan masing-masing, asal daerah, sanpai alasan mengundang bang Tere dalam acara kami, dll.  Ne, beberapa gambaran percakapan yang saya ingat. Menurut beliau kita tidak boleh terlalu menganggap spesial orang hanya karena tulisan2x (dengan kata lain bapaknya mau bilang, beliau juga orang biasa, jadi biasa saja ). Menulis itu adalah sebuah passion, beliau juga bertanya apa ada yg bercita-cita menjadi dosen? Kemampuan menulis adalah sangatpenting jika ingin menjadi dosen, tak jadi dosen pun kita harus suka menulis, menulis apa saja, dari itu belajarlah untuk menulis walau sekadar nulis status atau curhatan di blog..:).
Penasaran dengan tulisan2 beliau, saya pun memberanikan diri bertanya:
Saya: Bang, kisah Hesti dan Tigor dalam "Sepotong Hati Yang Baru" itu kisah nyata atau bukan bang? (kisah Hesti dan Tigor buat saya termehek-mehek saat pertama kali membacanya atau memang dasar saya suka kisah yg menyayat hati dan menyentuh, tak sadar tau2 sudah basah saja pipi saat baca2 kisah seperti itu, Itulah saya... :)
Tere Liye:  Fiksi....